Bekasi Online Society

Kapolsek Pimpin Puluhan Petugas Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa Pelita Bangsa

By

BEKASISOCIETY.com – Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Selatan, Kompol Sukadi, SH, MM memimpin puluhan petugas gabungan Polsek dan Polres Metro Bekasi dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa yang di gelar mahasiswa Universitas Pelita Bangsa yang berada di Jl. Inspeksi Kalimalang Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (30/06/2020) pagi tadi sekitar pukul 09.40 WIB.

“Aksi unjuk rasa dilakukan oleh para mahasiswa Universitas Pelita Bangsa yang menamai sebagai Aliansi Mahasiswa Pelita Bangsa dan tergabung dalam Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Pelita Bangsa,”kata Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Sukadi dalam keterangan tertulisnya kepada bekasisociety.com, Selasa (30/06).

Kompol Sukadi, SH Pimpin Apel Untuk Pengamanan Pada Aksi (Foto: Humas Polsek Cikarang Selatan/bekasisociety.com)

Menurutnya, dengan jumlah massa sebanyak 30 orang, dalam aksinya massa Aliansi Mahasiswa melakukan orasi dan membentangkan spanduk yang berisikan tulisan.

“Dalam isi tuntutan para mahasiswa didalam spanduk bertuliskan, Cashback UPB mencekik dan UPB darurat demokrasi serta bebaskan UKT 30 persen,”ujar Kapolsek.

Selain itu, adapun empat tuntutan lainnya, yakni pengurangan biaya SPP 30 persen selama pandemi Covid19, buka transparansi anggaran kampus, libat mahasiswa dalam setiap pengambilan kebijakan serta buka ruang demokrasi untuk seluruh aktivitas akademika.

“Untuk menjaga kondusifitas, perwakilan rektorat Hatta selaku wakil rektor akhirnya menemui massa aksi untuk berdiskusi,”tuturnya.

“Untuk hasil kesepakatan itu sendiri, yakni untuk tuntutan point satu dan dua akan dibahas secara internal oleh kedua pihak pada hari Rabu 1 Juli 2020 di dalam kampus. Sedangkan tuntutan point tiga dan empat, pihak rektorat akan memenuhi tuntutan tersebut,”tambahnya.

Masih dikatakan Kompol Sukadi, Dirinya mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilalukan oleh mahasiswa. Menurutnya, aksi demonstrasi mahasiswa menunjukkan bahwa mereka memahami dalam posisi mana mereka harus terlibat.

“Di isu-isu seperti apa mereka terlibat, isu yang memang menjadi aspirasi mahasiswa itu sendiri. Bukan kepada isu-isu politik identitas tertentu,” katanya.

Namun, Kompol Sukadi menilai keberanian dan inisiatif mahasiswa ini masih rawan ditunggangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, aparat keamanan selalu menggunakan SOP yang jelas saat menangani kondisi di lapangan.

“Penanggung jawab harus jelas, penanganan keliru oleh polisi bisa berdampak kepada kepala pemerintahan. Makanya aparat keamanan harus ketat pada SOP. Kalau SOP-nya eksesif (melampaui batas) Ya SOP itu yang harus direvisi,” jelas Kapolsek.

Sejak awal aksi tersebut digelar hingga berakhir, ditambahkannya, semuanya berjalan lancar. Tidak ada gangguan apapun. Semua mahasiswa yang hadir sepakat untuk menjalankan aksi dengan damai.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Mahasiswa menyampaikan tuntutan dengan tertib,” tandasnya.(Ar/Red).

Spread easily just in
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

You may also like