Bekasi Online Society

Kok Bisa? TikTok Dianggap Lebih Mirip Malware Daripada Aplikasi Social Media

By

BEKASISOCIETY.com – Menjadi hobi remaja masa kini, TikTok dikenal sebagai Douyin, adalah sebuah jaringan sosial dan platform video musik Tiongkok yang dluncurkan pada September 2016 oleh Zhang Yiming, pendiri Toutiao. Aplikasi tersebut membolehkan para pemakai untuk membuat video musik pendek mereka sendiri.

Penggunaan aplikasi yang mudah dan juga ratusan juta pengguna aktif, yang tak heran dari sebagian Konten Kreator video pendek tersebut menjadikanya banyak pengikut dan sehingga menjadikan mereka seleb TikTok.

Semakin diminati sebagian kaum remaja, demam TikTok semakin melanda seakan menjadi sebuah tren dimasa kini.

Gambar Ilustrasi (Foto: Freepik/bekasisociety.com)

Seperti yang dilihat bekasisociety.com pada ulasan di Play Store,”Di TikTok semua dimulai, aku termasuk orang yang passive bersosial media. Tapi di TikTok aku bebas mengekpresikan diriku,”tulis akun ananda afrida, Minggu (05/07).

Lanjut ananda,”Di TikTok aku banyak belajar. Belajar masak, belajar bisnis, belajar saham dan ilmu-ilmu yang berguna lainya. So, kalau masih ada yang beranggapan TikTok itu konten alay kalian salah besar. Di TikTok banyak orang kreatif dan super expresif,”katanya.

Namun semua itu berbeda dengan postingan dari akun Facebook Andita Sely Bestoro. Dirinya menyarankan agar meng-uninstall TikTok dan juga ia memberi tahu untuk (delete account) apabila memungkinkan dan jika sebelumnya telah membuat account.

“Bayangkan, untuk sekelas platform video-sharing berdurasi pendek, TikTok mengumpulkan data hardware ponsel, log informasi ponsel, nomor IMEI, mengakses contact, informasi sim card operator, bahkan sampai melakukan tracking posisi pengguna dan koordinat GPS,”tulisnya.

“Ini belum termasuk adanya dugaan kaitan TikTok dengan kasus bocornya data di server Alibaba Juli tahun lalu, yg mengakibatkan sekitar 899 GB lebih data pengguna terekspos. Di mana data pengguna yg bocor ini isinya kurang lebih sama dengan data yg dikumpulkan oleh TikTok,”kata dia.

BACA JUGA :  Haru! Kapolres Metro Bekasi Pertemukan Kembali Perempuan Asal Baduy Kepada Orang Tuanya

“Terlebih setelah melihat fakta belakangan ini terkait dugaan pelanggaran privasi dan pengumpulan data secara berlebihan serta ilegal. Tentunya, semakin menguatkan niat kami untuk tidak mendekatinya. Dalam pandangan kami, TikTok lebih mirip malware daripada aplikasi social media,”pungkasnya. (Red)

Spread easily just in
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

You may also like