Pandemi Melanda, Remang-Remang Kalimalang Tetap Ada

By

Bekasisociety.com – Pandemi yang terus melanda, tidak menyurutkan pekerja seks komersial (PSK) di Kabupaten Bekasi, tetap menjajakan diri demi mendapatkan rupiah. Urusan perut dan kebutuhan sehari-hari bagi mereka sepertinya tidak bisa dibendung.

Selasa, (29/12/2020), waktu di jarum jam menunjukan pukul 20.00 WIB. Di pinggiran Kalimalang, Kabupaten Bekasi, banyak berderetan wanita berpakaian minim diwarung-warung terlihat di temaramnya lampu penerang jalan.

Selengkapnya di YouTube: https://youtu.be/9bZuFNYJ3oo

Ada yang sembunyi malu-malu di pojokan warung. Ada juga yang mejeng di pinggir jalan sambil menghisap dalam-dalam tembakau di tangan kanannya. Aroma parfum semerbak menusuk hidung, begitu menyengat. Dinginya malam benar-benar terasa menusuk tulang. Sedikit was-was diliput kekhawatiran.

Tim Bekasiurbancity.co.id mencoba menghampiri salah seorang dari mereka, yang duduk malu-malu di depan warung tempat mereka menjajakan dirinya. Sapaan khas wanita kisaran usia 24-30 tahun, memecah dinginya malam di sela sesekali suara motor yang melintas di hadapan.

“Cari apa mas?,”sapa wanita itu, sambil menawarkan kopi.

Dengan dandanan ber make up tebal. tanpa malu, dia menawarkan jajan diri dengan tarif bervariasi. Ada yang menawarkan 200 ribu sampai 350 ribu.

“Sebelum main, minum dulu mas. Mainya dibelakang warung,”ujar wanita tersebut.

“200 ribu mas, tapi minum dulu yah,”lanjut dia.

Pandemi yang terus melanda seperti arus, para (PSK) ini justru makin menggurita dan tetap menjajakan dirinya tanpa terlihat di hantui rasa takut akan tertular Covid-19.

Dalam praktiknya, sepertinya anjuran pemerintah tidak digubris oleh mereka untuk selalu mengikuti protokol kesehatan agar terhindar dari wabah virus corona. (Syahrul)

BACA JUGA :  Polisi Bagikan Ratusan Nasi Bungkus Di Cikarang Pusat

You may also like