Peran Orangtua dalam Pendidikan di Masa Pandemi

By

Bekasisociety.com – Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam menghentikan laju penyebaran Covid-19 adalah dengan mengalihkan pembelajaran dari tatap muka ke pembelajaran secara virtual atau daring. Pembelajaran daring pada dasarnya menjawab tantangan pendidikan era revolusi industri 4.0, dikarenakan kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran daring mampu memanfaatkan internet of things (IOT). Guru dan siswa dituntut untuk memahami dan mengimplikasikan  teknologi dan informasi. Penyesuaian pembelajaran dengan menerapkan pendidikan era revolusi 4.0 dapat mengembangkan kreatifitas dan inovasi melalui tugas-tugas proyek yang menekankan pada pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Masalah yang akan kita hadapi adalah apakah pembelajaran di masa pandemi sesuai dengan tujuan pendidikan yang tertera dalam Undang-Undang Sistem pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 pasal 1 dan dapat menjawab tantangan pendidikan di era revolusi 4.0. Dalam menjawab tantangan pendidikan di era revolusi 4.0 guru setidaknya harus memiliki berbagai kompetensi seperti keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, keterampilan komunikasi dan kolaborasi, kemampuan berpikir kreatif dan inovatif, serta literasi teknologi dan informasi. Keempat kompetensi yang harus dikembangkan guru tidak sepenuhnya dapat terlaksana ketika pembelajaran dilaksanakan di sekolah apalagi ketika pembelajaran dilakukan di rumah tanpa bimbingan guru secara langsung.

 Pembelajaran di sekolah yang semulanya berfungsi sebagai wadah untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut bergeser menjadi pembelajaran di rumah dengan situasi yang sangat berbeda dengan di sekolah. Pembelajaran di sekolah yang bukan hanya berkutat mengenai materi yang disampaikan guru, tetapi juga yang di dalamnya terdapat interaksi antarsiswa, motivasi eksternal yang dapat dibentuk, kesadaran sosial dan keterampilan sosial. Hal ini tidak didapatkan siswa di pembelajaran pada masa pandemi ini. Pembelajaran daring dengan lingkup penyampaian materi dan penilaian secara virtual, mengesampingkan aspek lain yang seharusnya menjadi tujuan dalam pendidikan. Tentunya ini akan berdampak kepada hasil yang didapatkan dari proses pendidikan masa ini.

Pemanfaatan media teknologi dalam pembelajaran secara daring tidak akan berjalan dengan baik tanpa peran orang tua dalam membimbing pembelajaran dalam jaringan. Keberhasilan tujuan pendidikan dalam masa pandemi ini sangat bergantung pada peran orang tua. Peran orang tua dalam membimbing anak bisa menjadi faktor penentu keberlangsungan pendidikan untuk anaknya di masa pandemi, jika tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam menangani penyebaran Covid-19, maka peran orangtua di rumah juga menjadi garda terdepan dalam keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukan di rumah. Peran orangtua yang sangat fundamental didukung oleh peran berbagai pihak karena keberhasilan pendidikan di masa pandemi membutuhkan kerjasama yang baik. Hal ini seperti diungkapkan oleh Hatimah (2016:13) “pendidikan adalah sebuah tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah, tetapi juga sekolah (guru), dan keluarga (orang tua) “.

BACA JUGA :  Pasca Banjir Di Kedung Waringin!! Inilah Yang Dilakukan Oleh Polisi

Tantangan pembelajaran masa pandemi adalah kemampuan dan keterampilan orang tua yang berbeda-beda. Kemampuan dan keterampilan orang tua baik dalam membimbing belajar anak ataupun penggunaan teknologi dalam pembelajaran daring menentukan ketercapaian pembelajaran di rumah-rumah masing. Berbeda dengan pembelajaran di sekolah yang dibimbing oleh guru yang sama, pembimbing belajar setiap anak di rumah berbeda-beda, ada anak yang dibimbing oleh orang tua, saudara, tetangga, guru privat atau bahkan anak yang belajar secara mandiri tanpa pendamping. Oleh karena itu, pendidikan di masa pandemi seperti ini, walaupun siswa sudah mengintegrasikan teknologi cyber dalam pembelajaran namun belum menjawab tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0 secara maksimal dan optimal. Perbedaan kemampuan orang tua di rumah dan sarana prasarana pembelajaran tidak mampu menjawab kebutuhan kompetensi pendidik yang dibutuhkan dalam pendidikan di era revolusi industri 4.0.

Transisi dalam sistem pendidikan masa pandemi ini tetap membutuhkan peran orang tua dalam membimbing anaknya belajar di rumah. Sebelum adanya situasi pandemi ini, tidak sedikit orang tua yang tidak memiliki waktu untuk membimbing anaknya belajar, bahkan banyak orang tua yang hanya berperan sebagai pemenuh kebutuhan materi saja tanpa kemampuan immaterial. Peran orang tua dalam hal ini hanya sebagai fasilitator dalam pembelajaran.

  Namun, pandemi ini harus mampu mengubah peran orang tua yang semua sebagai fasilitator juga berperan sebagai guru di rumah. Peran serta orang tua dalam belajar dirumah ini tidak bisa dipungkiri. Orang tua harus mampu berperan sebagai teman dan guru ketika pembelajaran di rumah masing-masing. Peran orang tua sebagai guru tercantum dalam  kutipan Ki Hajar Dewantara “setiap orang adalah guru, setiap rumah adalah sekolah”. Makna kutipan tersebut adalah  sekolah terbaik bagi anak yaitu rumah dan guru terbaik bagi anak yaitu orang tua. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua juga berperan sebagai guru untuk anak-anaknya bukan hanya di masa pandemi, tetapi sejak anak berada di dalam kandungan orang tua harus siap berperan menjadi guru.

Bukan hanya sebagai guru, orang juga harus mampu menggerakan motivasi belajar dalam diri anak. Pietono (2014:74) menjelaskan bahwa “orangtua harus menyadari bahwa dirinya harus berperan sebagai motivator yang bertugas memberikan inspirasi atau dorongan supaya proses pembelajaran lebih menyenangkan”.

BACA JUGA :  Kembali Datang! Bantuan Beras Untuk Lumbung Pangan Di Cibarusah

 Peran penting orang tua dalam pembelajaran di rumah juga harus bisa menjadi motivator. Kontribusi orang tua terhadap hasil belajar anak sangat besar, orang tua harus menjadi penggerak bagi anak untuk meraih prestasi walaupun pembelajaran dilakukan di rumah. Hal ini serupa dengan yang diungkapkan Schunk (2012:346) “motivation is the process of instigating and sustaining goal directed behavior”.

Dalam arti sederhana motivasi akan merubah perilaku seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.  Dalam merubah perilaku belajar di pembelajaran daring maka dibutuhkan peran orang sebagai penggerak motivasi anak. Hal tersebut bisa ditunjukkan dengan semangat dan ketulusan orang tua dalam membimbing belajar, anak bisa melihat semangat dan ketulusan orang tua dalam membimbing belajar. Semangat dan ketulusan dalam membimbing belajar secara tidak langsung dapat mmebangkitkan motivasi dalam diri anak.

Peran selanjutnya adalah orang tua sebagai director atau pengarah. Dalam pembelajaran daring orang tua lebih mudah dalam membimbing dan memantau kompetensi dan keterampilan yang dimiliki anak. Hal ini akan memudahkan orangtua dalam mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki anak. Sebagai director, orang tua dan guru harus bekerjasama menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta menciptakan pembelajaran  yang kritis dan menekankan pada pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari.

 Selain itu, pembelajaran daring dapat dijadikan sarana bagi orang tua untuk membangun kedekatan emosional dengan anak. Komunikasi dan interaksi yang lebih intens membuat anak akan semakin nyaman dengan keberadaan orang tua. Anak bukan hanya akan menjadikan orangtua sebagai seseorang yang harus dipatuhi perintahnya tetapi juga menjadi teman sehingga ketika seorang anak mendapat suatu masalah, anak akan mencari solusi dengan melibatkan pendapat orang tua.

Peran orang tua dalam situasi pandemi Covid-19 ini memiliki kedudukan yang fundamental sehingga sudah semestinya orang tua menyadari perannya dalam pendidikan di masa pandemi. Keterlibatan orang tua dalam pembelajaran daring minimal dapat memonitoring peran serta anak dalam kegiatan pembelajaran. Kontribusi yang paling penting adalah orang tua dapat memainkan beberapa peran sebagai guru, insiprator, motivator, fasilitator dan director. Berbagai peran tersebut harus seimbang agar proses pembelajaran akan berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan dan tantangan pendidikan era revolusi industri 4.0.

Sumber: Izzah Muyassaroh, S.Pd., M.PdDosen PGSD Universitas Pelita Bangsa

You may also like