Gunakan Wajah Jokowi! Pemuda Asal Jember, Berikan Pesan Edukasi Tentang Bahaya Hoax Deepfake

By

BEKASISOCIETY.com – Tak dapat dipungkiri jika Perkembangan teknologi masa kini berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi-inovasi yang telah dibuat di dunia ini. Dari hingga yang sederhana, hingga yang menghebohkan dunia.

Sebenarnya Teknologi sudah ada sejak jaman dahulu, yaitu jaman romawi kuno berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga sekarang. Hingga menciptakan obyek-obyek, teknik yang dapat membantu manusia dalam pengerjaan sesuatu lebih efisien dan cepat.

Namun, Semakin canggih teknologi semakin besar juga potensi kejahatan di dunia maya yang bisa menyebarkan hoax.

Salah satunya teknologi deepfake  Teknologi yang satu ini biasa digunakan untuk membuat video palsu.

Masyarakat luas mulai mengenal bahaya dari teknologi ini saat Jordan Peele, seorang komedian asal Amerika (AS), yang menunjukkan video Barack Obama sedang menghina Donald Trump pada sebuah pidato.

Nyatanya, Barack Obama tidak pernah berpidato pada acara tersebut, atau dengan kata lain, pidato tersebut tidak pernah ada.

Barack Obama

Oleh karena itu, teknologi ini dianggap menjadi masalah karena mudah dibuat dan mudah dibagikan.

“Deepfakes dapat dibuat oleh siapa saja dengan komputer, akses internet, dan keinginan dalam mempengaruhi pemilihan. Mereka adalah alat baru yang memungkinkan penggunaan informasi palsu untuk mempengaruhi pemilihan,” ungkap profesor di UCLA yang memiliki spesialisasi dalam dunia kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan keamanan siber, John Villasenor, seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Deepfake sendiri adalah subset Artificial Intelligence yang dapat menggunakan rumusan algoritma untuk mempelajari dan membuat keputusan intelligent sendiri.

Selain itu, gPeter Singer, seorang ahli strategi keamanan internet di lembaga Think Tank New America, berpendapat hal yang hampir serupa.

“Bahayanya teknologi ini adalah dapat digunakan untuk membuat orang percaya bahwa video itu nyata padahal tidak pernah ada,” bebernya.

BACA JUGA :  Simpan Sabu di Saku Jaket, Sepasang Muda Mudi Asal Pisangan Baru Diringkus Polisi
Source YouTube : Bekasi Online Society

Di Indonesia sendiri seorang pemuda asal Jember, Jawa Timur, Iqbal Maulana membuat sebuah video deepfake Presiden Joko Widodo menyatakan “Indonesia akan di tutup aksesnya”.

Hal ini sontak membuat heboh jagat dunia maya. Apalagi sekarang ini dilanda oleh wabah virus corona (Covid-19).

Video yang di unggah di akun instagram pribadinya @iq.baalm viral dan menuai banyak komentar. Dalam unggahanya itu Iqbal memberikan pesan,”Technology is double-sided sword, Be aware! Itu masih simple Deepfake tanpa meniru suara, apalagi yang advance deepfake,”tulis Iqbal. 

“Keren pesanya sampai, Terima kasih sudah mengingatkan,”ungkap akun @monstera.dhee.liciosa.

Ada juga yang berkomentar,”Bang menurut aku terlepas dari edukasi, Video ini membuat khalayak ramai ambigu jadi nanti takutnya ada oknum-oknum yang menyalah gunakan video ini untuk hal yang tidak baik, jadi takutnya hoax nanti apalagi videonya disebarkan di group emak-emak atau bapak-bapak, orang awam pasti liatnya nanti percaya,”ujar @oyiperdana.

“Sudah saya antisipasi sebenarnya dengan running text sama suara yang tidak saya buat mirip, ya semoga aja jadi video yang edukasi,”jawab Iqbal.

Iqbal Maulana, Pemuda yang masih duduk di bangku SMA ini memang sudah hobby dalam berinovasi sejak si bangku SMP.

Saat di hubungi oleh tim BEKASISOCIETY.com, Awal mula Ikbal bisa membuat video deepfake itu ternyata setelah dia melihat video yang membahas paper penelitian dari deepfake. Dari metode yang dikembangkan ini bisa diakses langsung oleh publik.

“Saya antara senang dan khawatir saat tau teknologi deepfake ini ternyata sekarang sudah publik. Senang karena dulu, waktu pertama saya tau istilah deepfake ini untuk buat video deepfake cuma bisa di komputer high end, karena proses videonya perlu pakai grapich card dan biar cepat harus bagus GPU nya,”ungkap Iqbal.

“Sekarang saya bisa buat sendiri, Online lagi. Khawatirnya pasti kalau saya bisa yang lain juga bisa dan tidak semua orang tau apa yang mereka lakukan, kadang mereka iseng malah sebar hoax, atau malah sengaja sebar video palsu atas nama orang lain,”tambahnya.

BACA JUGA :  Wow...Desa Pantai Bakti Di Jadikan Contoh Daerah Produktif Dan Aman Covid-19

Dari ungkapan Iqbal tersebut, Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti lagi dalam mengecek sumber berita.

“Cek kembali sumbernya, ini langkah yang kadang orang abaikan. Makanya hoax cepat menyebar bahkan dalam format yang maaf (buruk), seperti gambar yang kualitas rendah atau web palsu yang berantakan, tetap saja orang percaya,”ujarnya.

“Jadi ya tolong jangan malas cek sumber berita sebelum membagikan berita tersebut,”jelas Iqbal.

Foto : Dikky Suryadi, S.Kom, M.Kom (Pengamat dan Pemerhati IT)

Hal senada juga di utarakan oleh Pengamat dan pemerhati IT, Dikky Suryadi, S.Kom, M.Kom menurutnya,”Karena itu awalnya algoritma neuaral network yang dikembangkan google menjadi deeplearing atau deepneural network,”ujarnya, Sabtu (04/04/2020), saat di konfirmasi oleh tim BEKASISOCIETY.com.

“Jadi deepfake adalah teknik untuk sintesis citra manusia menggunakan kecerdasan buatan. Deepfake digunakan untuk menggabungkan dan menempatkan gambar dan video yang ada ke sumber gambar atau video menggunakan teknik pembelajaran mesin yang dikenal sebagai jaringan permusuhan generatif atau Generative adversarial network (GAN) adalah kelas sistem pembelajaran mesin yang ditemukan oleh Ian Goodfellow dan rekan-rekannya pada tahun 2014. Karena kemampuan ini, deepfake telah digunakan untuk membuat video negatif selebriti atau publik pigure sebagai balas dendam, Deepfake juga dapat digunakan untuk membuat berita palsu dan tipuan jahat,”jelasnya.

Penyebaran berita bohong atau hoax semakin masif seiring dengan meningkatnya kasus virus corona di Indonesia.

Merujuk UU ITE, dalam Pasal 45A ayat (1), setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan dipidana dengan pidana penjara enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. *(Red).

You may also like